Minggu, 24 Juni 2018

Investasi Kesehatan Itu Penting

Gue menulis tulisan ini adalah sebagai self reminder.

Menjaga kesehatan jiwa raga itu perlu. Dengan cara apa? Banyak, rutin berolahraga, menjaga pola makan yang sehat, dan berpikir hal - hal positif.

Generasi saat ini, yaa saat ini. Mungkin banyak yang mengabaikan pola hidup sehat. Salah satunya gue. Gue tinggi badan 175 dan berat badan saat ini 57kg, itu enggak termasuk ideal secara BMI (Body Mass Index), kurus. Hmmm.. Faktor apa saja mempengaruhi? Banyak, pola tidur yang enggak disiplin, kurang berolahraga, kurangnya asupan makanan yang kaya akan serat dan vitamin, atau terlalu memikirkan sesuatu yang membuat stress.

Selasa, 22 Mei 2018

Minggu, 15 April 2018

Ngopi?

Akhir pekan ini gue dirumah aja. Membosankan? Yaa sedikit membosankan sih. Tapi banyak aktivitas yang dapat gue lakukan. Yaa seperti biasanya yang udah - udah gue tulis di blog. Bantu pekerjaan rumah ini itu dan lain lain. Paling penting kumpul bareng keluarga, makan siang bareng, ngobrol dan bermain dengan keponakan gue yang baru umur 8 bulan ini, yaa anak dari Kakak gue. Nama anaknya Zulfikar. Enggak sabar jadi ingin punya anak sendiri. Seru.

Di umur gue yang mau menginjak 22 tahun ini, gue jadi banyak merenung dan berfikir. Asik. Hal apa aja si yang udah gue capai dan raih? Gue pribadi si, belum mencapai dan meraih apa - apa (dalam skala besar). Kosong aja gitu. Entah. Gue selalu bersyukur apa yang gue dapat sejauh ini.

Minggu, 18 Maret 2018

Suatu Hari Pada Saat Itu..

Gue ingin menuliskan ini untuk diri gue pribadi untuk menjadi cerita di masa - masa yang akan datang, mungkin catatan dan cerita untuk anak - anak gue kelak.

Satu tahun lalu tanggal 18 Maret 2017 pada malam itu gue sedang berbaring di ruang operasi tepat jam 8 malam di RS Bedah Benggala, Kota Serang. Satu hari sebelumnya insiden kecelakaan tunggal terjadi pada gue tanggal 17 Maret 2017, hari Jum'at jam 6 pagi di Jalur Cisarua, Bogor.

Hal itu terjadi sama gue ketika ingin menuju Cianjur dari Cikande ke acara pernikahan Kakaknya temen gue, ya Rodini. Menggunakan sepeda motor, dua motor tiga orang, yaitu gue sendiri, Rodini bersama Budi berboncengan.

Beberapa hari sebelum keberangkatan gue sudah memperbicarakannya kepada Rodini yang mengajak gue untuk menemaninya kesana. Gue pun bersedia. Emang awalnya rada pesimis, karena kita terkendala di waktu. Ya kita berdua kerja. Setelah berbincang ini itu, dan mempertimbangkan segalanya. Kita menetapkan untuk berangkat. Padahal dari orang tua kita berdua, emak gue dan emak Rodini. Menyarankan untuk enggak usah memaksakan berangkat, karena kendala waktu kerja. Tapi gue pribadi kekeh untuk menemani Rodini ke Cianjur menemani datang ke pernikahan kakaknya.