Sabtu, 31 Mei 2014

Ternyata Patah

Hai gue mau ngelanjutin tulisan gue yang ini nih (klik aja), sebelumnya bagi lo yang belum baca postingan sebelumnya harus baca dulu ya.

Sesampainya dirumah sakit gue bersama kedua orang tua, gue daftar dulu sebagai pasien yang akan berobat, setelah itu menuju ruang entahlah gue lupa pokoknya gue ketemu dokter yang ahli dibidang ketulangan gitu. Disitu gue ditanya – tanya, “ini kenapa?” ya gue jawab aja, patah kayaknya. Si Dokternya nanya lagi “kok bisa?” bagi gue ini tuh pertanyaan formalitas, ya bisalah. Lantas gue jawab lagi, iya main bola. “Dilapangan?” kata Dokternya, gue jawab enggak didalam rumah. Hmmm, ada – ada saja dokternya bilang begitu, Yasudah ini dirontgen dulu, nanti kita lihat hasilnya bagaimana, kalaupun harus dioperasi (dikasih pen yang kayak besi buat nyambungin tulang, eh bukan besi lupalah namanya apa) ya kita operasi kalaupun tidak terlalu parah digips saja cukup, saran dokter.

Gue langsung menuju ruang radiologi, disitu gue juga enggak langsung dirontgen. Menunggu dulu, ternyata banyak juga yang bermasalah tulangnya bukan gue doang. Ada yang patah karena tabrakanlah inilah itulah, beuh macem – macem di tempat menunggu ruang radiologi. Gue seneng berarti bukan gue doang, yeyeye. Setelah agak lama menunggu, nama gue dipanggil juga. Masuk deh keruangan radiologi. Disitu gue diarahkan posisi tangan kanan gue dan jangan melihat kearah sinarnya, bahaya mungkin. Selesai dirontgen, nunggu dicuci dulu hasilnya enggk lama hasilnya ada. Kaget ternyata tulang hasta gue patah, dan yang satunya lagi retak. Huaaaaaaa. Gue mikir, ini kira – kira kapan sembuhnya ya, bisa nyatu lagi enggak ya.

(hasil rontgen pertama)

Jumat, 11 April 2014

Hati - Hati Ya Dijalan

Gue pengen berbagi pengalaman dan tips berkendara dijalanan yang baik dan benar. Kenapa gue ngebahas ini, karena gue ingin mengurangi tingkat kecelakaan dijalan raya. Yang telah gue alami selama gue mengendarai sepeda motor, gue melihat dengan mata gue sendiri apa yang selalu terjadi didepan mata gue. Kecelakaan, iya banyak pengguna jalan raya khususnya pengendara  sepeda motor setiap harinya ada saja kecelakaan baik itu sekedar kecelakan bahkan sampai merengut nyawa si pengendara.

Gue pelajar dalam beberapa hari lagi status gue bakal berubah bukan seorang pelajar, tapi tetap terpelajar. Selama gue pergi pulang sekolah mengendarai sepeda motor, pasti aja yang kecelakaan, jatoh, nabrak, dan ditabrak.  Gue pun terkadang sering kali nyaris menjadi korban kecelakaan tersebut. Iya ibarat, nyawa kita ketika lagi berkendara di jalan raya itu fifty fifty. Bisa mati bisa selamat, kenapa gue mengatakan seperti itu. Karena di jalan raya, semuanya itu bisa terjadi tanpa disangka – sangka. Jadi lo harus siap kecelakaan dan ditabrak, sehingga lo siap untuk menghindarinya.

Senin, 31 Maret 2014

UN? Yakin Lulus?

Ciee yang tahun ini lulus sekolah menengah atas, SMP maupun SD.  Gue juga tahun ini lulus kok (optimis). Iya kalo secara keseluruhan sih udah bisa dibilang lulus.  Enggak terasa ya, kemaren baru aja OSPEK, kenalan sama teman – teman baru, lingkungan baru dan pergaulan baru. Sekarang udah mau lulus aja, memang waktu itu berjalan dengan cepat seiring berjalannya detik. Perpisahan pun akan kita lalui. Sedih ? biasa aja sih gue mah, ya mungkin nanti kangen aja masa – masa sekolah dan teman – teman sekolah gue, khususnya teman kelas, gebetan gimana? Tenang cari lagi nanti haha.

Rabu, 26 Maret 2014

Keterbukaan Itu Perlu

Manusia adalah makhluk sosial, dimana mereka membutuhkan individu – individu lainnya. Demi kelangsungan hidupnya. Manusia tidak bisa hidup sendiri. Berkelompok adalah tempat mereka bersosialisasi dengan individu – individu didalamnya.

Mereka mempunyai hak untuk mencurahkan isi hati dan pikirannya. Tapi tidak semua itu bisa dilakukan oleh semua individu. Mereka banyak yang tertekan dengan adanya itu. Kenapa ? Karena tidak berani. Takut tidak diterima oleh individu lainnya. Tidak percaya diri. Bahkan rendah diri.

Teman, kita memiliki banyak teman. Teman sekolah, teman bermain, teman kerja, bahkan teman dekat. Kita membutuhkan teman dalam kehidupan ini. Bermain, bertukar pikiran, berbagi  dan belajar.