Tampilkan postingan dengan label Personal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Personal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Januari 2019

Minggu, 15 April 2018

Ngopi?

Akhir pekan ini gue dirumah aja. Membosankan? Yaa sedikit membosankan sih. Tapi banyak aktivitas yang dapat gue lakukan. Yaa seperti biasanya yang udah - udah gue tulis di blog. Bantu pekerjaan rumah ini itu dan lain lain. Paling penting kumpul bareng keluarga, makan siang bareng, ngobrol dan bermain dengan keponakan gue yang baru umur 8 bulan ini, yaa anak dari Kakak gue. Nama anaknya Zulfikar. Enggak sabar jadi ingin punya anak sendiri. Seru.

Di umur gue yang mau menginjak 22 tahun ini, gue jadi banyak merenung dan berfikir. Asik. Hal apa aja si yang udah gue capai dan raih? Gue pribadi si, belum mencapai dan meraih apa - apa (dalam skala besar). Kosong aja gitu. Entah. Gue selalu bersyukur apa yang gue dapat sejauh ini.

Minggu, 14 Januari 2018

Bersyukur

Udah diawal tahun 2018 aja nih. Tulisan gue masih gini - gini aja, kadang males nulis. Ya nulis bukan hobi gue sih, yaa cuma sekedar media berbagi apa yang ingin gue bagikan. Ya walaupun gak penting - penting amat.

Tanggal 14 Januari ini, sekitar jam setengah sepuluh malam ketika perjalanan pulang dari stasiun Maja menuju rumah (ceritanya habis main). Gue dibonceng temen gue Rodini. Sepanjang perjalanan, kita saling cerita. Ya bisa dibilang curhat lah. 

Menyinggung masa depan. Kita enggak tau yaa, sampai umur berapa kita hidup. Tapi cobalah dan terus melakukan dan berbuat kebaikan kepada siapapun itu. Lebih baiknya lagi enggak ada maksud dan tujuan yang terselip. Maksudnya ikhlas begitu saja. 

Sabtu, 16 Desember 2017

Aneh

Entah kenapa gue memiliki phobia terhadap panggilan telpon di hp gue, gue merasakan ini udah cukup lama mulai dari kelas 2 smp (awal – awal punya hp). Mungkin yang pernah menelpon gue sering atau pernah enggak gue jawab telponnya. Ketika dering telpon berbunyi dan gue menatap layar hp seketika jantung gue berdetak cukup cepat (deg – deg’an), takut aja. Entah. Maupun itu temen gue, sekalipun pihak keluarga gue yang menelpon gue terkadang enggak gue jawab.  Terkadang gue memberanikan diri  menjawab telponnya itu ketika minimal 3 kali dia menelpon secara berulang. Sering gue me reject panggilan dari temen gue dan kakak gue kalau menelpon. Di reject aja, terus gue sms. Ada apa?. Dan ketika ada panggilan telpon dari nomor yang enggak ada nama di kontak gue, gue biarin aja langsung gue letakan dibawah bantal biar enggak terdengar suara dering telpon itu (selang beberapa menit setelah tidak ada panggilan dari nomor itu gue sms “maaf dengan siapa ya?”), apalagi yang private number langsung gue reject. Mungkin kalian berpikir tentang gue, aneh banget atau alay takut menjawab panggilan telpon. Ya itu yang terjadi sama gue.


Pernah bokap gue menelpon gue berulang kali, enggak gue angkat. Bokap gue langsung menelpon ibu gue. Ibu gue langsung ngasihin hpnya ke gue.  Hehehe.

Pokoknya gue enggak biasa telponan, jadi kalau pacaran sama gue enggak asik banget ya. Hahaha.

Ya pernah si beberapa kali gue telponan (terpaksa, dia  yang nelpon) sama temen gue yang di Jogja, sekedar nanya kabar. Kehitung lah, paling 2 atau 3 kali.

Sabtu, 11 November 2017

Senyum yang Menyejukan

Sebagai manusia yang menghuni planet Bumi, sudah seharusnya kita hidup tolong menolong dan saling berbagi sesama makhluk hidup, pada manusia dan pada binatang yang hidup di muka bumi ini (yaa enggak semua si, yang ada disekitar kita aja contoh seekor kucing hehe).

Kenapa si kita harus berbagi kebaikan sesama manusia? Biar happy, hehe. Ya biar orang yang kita bagi, agar senang. apasiih hahaha

Memberi itu enggak harus punya uang banyak kok, enggak mesti harus kaya raya dan sukses dulu. Berbagi dari hal - hal kecil aja dulu. Enggak usah dikasih contoh, paham lah. 

Kadang kita perlu menyisihkan uang kita, untuk membantu sesama manusia. Niat aja untuk memberi, enggak usah mengharap pahala atau timbal balik. Itu udah hukum alam kok, berbuat baik akan menerima kebaikan begitupun sebaliknya.

Minggu, 29 Oktober 2017

Senyum di Minggu Pagi

Jam 4 sore ini, gue mulai menyalakan laptop. Koneksi internet langsung saja tersambung secara automatis, mulai lah membuka google chrome. Seketika, mau nulis aja. Mau nulis kegiatan apa aja yang gue lakuin minggu ini, kalau minggu lalu gue bekerja bakti. Aseek, membantu warga sekitar sini memperbaiki saluran air satelit.

Minggu pagi ini, diawali dengan bersyukur masih bisa menghirup udara segar dan memandang langit biru yang cerah, ya walaupun tempat tinggal gue ini berdekatan (enggak berdempetan juga si, ya jaraknya 6-7km lah kurang lebih) dengan kawasan industri yang identik dengan polusi udara, eits tapikan rumah orang tua gue didepannya tertanam pohon - pohon dan tanaman tanaman dan sekitar gang gue juga banyak pepohonan, ya ada udara segar lah, kan pohon itu menyerap karbondioksida dan melepaskannya menjadi oksigen. Ayook dong tanam pohon didepan rumah, baik untuk lingkungan dan banyak banget manfaat lainnya.

Minggu, 22 Oktober 2017

Jajanan SD

Oh.. Jajanan Esde yang tak lekang oleh waktu.. *apasih*



Mari kita bernostalgia sebentar, gue pernah SD. Gue kelahiran tahun 1996, masuk SD umur 6 tahun.
Kelas satu sampai kelas dua gue bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah, setara SD. Cuma lebih banyak pelajaran pendidikan Agama Islamnya. Gue enggak betah, karena jam belajar di sekolahya panjang, sampai jam satu siang kadang lebih. Wajar yaa, anak SD. melihat tempat sekolah lain yang jam belajarnya cuma sampai jam 12 siang, gue jadi pengen pindah sekolah. Sebenernya, ada faktor lain sih, iya itu. kadang Menghapal Pidato pakai bahasa Arab, dan pelajaran lainnya yang membuat gue merasa tertekan. Hahaha. Gituu

Sabtu, 14 Oktober 2017

Buang Sampah Sembarangan Ajayuk!

Selepas pulang kerja sore tadi, menyempatkan sejenak membuka instagram. Berkelana didalamnya, ternyata lagi ada yang viral. Ada sebuah video yang menunjukan seorang pemuda pengendara mobil, dan seorang TNI yang membawa sepeda motor main adu jotos dengannya. Singkat cerita, doi (anak muda) berkendara dengan mobil lalu membuang sampah sembarangan di tengah jalan, lalu sampahnya tersebut mengenai istri sang TNI yang dibonceng mengendarai sepeda motor. Lalu mereka memberhentikan anak muda tersebut, untuk memperingati hal tersebut. Tak terima, anak muda itu mendorong TNI. Lalu dipukulah anak muda tersebut, ia pun membalasnya. Jadilah keributan. Untung saja ada pihak pengendara lain yang melerai kejadian tersebut. 

Udah salah, ngotot! Kan g*bl*k tuh anak muda.

Sabtu, 16 September 2017

Sepatah Kata Buat Temen - Temen Gue

Gue mau ngucapin makasih nih sama dua sahabat gue Achmad Rodini sama Ahmad Yusrizah, makasih ya liburan kemaren kita udah bisa main bareng selama 2 minggu lebih. Liburan semester kemarin menurut gue berkesan dan banyak yang didapati (sirod tuh terutama), mungkin kalo kita enggak main kesana-kesini bareng-bareng bosen kali ya berasa pendek liburan haha. Ketawa lepas gue ketika benostalgia dengan cerita yang kocak-kocak yang selama dijalanan lebih lucu dari pada comic yang lagi stand up comedy haha. Dirumah, temen gue yang sering main ya sama kalian doang dan yang asik haha, ya walaupun terkadang kita bencandanya berlebihan tapi enggak membuat sakit hati kan (haha enggak dik, paling sakit jantung *jangan sampe*). Wajarlah kita enggak ada maksud apa-apa atau yang macem-macem, just have fun Cuma untuk ketawa.

Enggak kerasa kita udah temenan lumayan lama banget, terutama sionod. Dari kecil, umur berapa sih gue ampe lupa, 3 atau 4 tahun? Atau pas masih orok juga haha gue lupa. Kalau sirod, gue kenal dia pas kelas 3 SD. Waktu itu kita sama-sama pindahan dari sekolah lain kesekolah yang sama.

Jumat, 01 September 2017

Kegabutan

Pagi hari tanggal 31 Agustus 2017 gue terbangun di jam kurang lebih 06:03 WIB, gue merasakan kondisi tubuh ini makin enggak fit, ya demam. Awalnya sih, kemarin pagi pas bangun nelen ludah lewat tenggorokan itu sakit (macam radang tenggorakan). Eh lama – lama flu deh. Hadeuuh.. berlanjut sampai sekarang. Ehem eheeem *biar rada enakan*
Hari kamis itu, gue enggak masuk kerja. Ya, pagi hari itu gue langsung mengabari staff kantor, memberitahu bahwa pada hari itu gue izin enggak masuk kerja dikarenakan demam dan flu. Kabar via whatsapp itu pun terkirim dengan cepat, lalu mendapat balasan kembali. Ya semoga lekas sembuh.

Pagi itu, gue bingung. Gue cuci muka, setelah itu sarapan dan mandi. Badan merasa belum enak. Ya pokoknya belum fit lah.
Menyalakan laptop, play musik dari youtube.

Dalam keadaan masih bingung, menikmati alunan musik dari youtube sambil menyeruput teh hangat buatan mamah tercinta. Mmmh ada ide, ngurus e-ktp deh. Scrolling sms hp, eh ada sms Go-Jek Indo beberapa hari lalu, yang menyuruh gue datang ke tempat Go-Jek (cabang kantornya) untuk verifkasi data kalau ingin bergabung jadi drivernya. Tanpa pikir panjang , gue siap siap deh untuk hal itu.

Sabtu, 12 Agustus 2017

Selamat Datang di Era Keterbukaan

Hati - hati di Internet!


Selamat datang di era keterbukaan, kencangkan tali kolor, pasang dengan benar tali BH. Apa - apa serba cepat saji di dunia maya. Ya berita - berita terupdate sangat cepat dapat kita santap. Kalau asal santap bisa muntah. Hati - hatilah. Media - media penyebar provokasi dimana - mana. Sangat disayangkan masyarakat kita mudah terprovokasi, huft. Cerdas sedikit lah ya. Jadi gampang banget untuk memecah belah. Apalagi sangkutannya sama yang namanya agama. Sensitif. Gampang basah. Dikit - dikit basah.

Sabtu, 15 Juli 2017

Memulai Kembali, Basa Basi Dulu.

HIIIIIIIIIIIIIAAAAAAAAAAAAAAAA......

Hay Hay Hay!!! Akhirnya menyentuh keyboard kembali, walaupun masih males (semangatin dong mey *nama burung peliharaan gue*).

Hft.. Apakabar Fellas? *mencoba sok asik*. Udah berapa ratus hari ya gue enggak pernah nulis diblog. Biasa suka sibuk sendiri gue mah orangnya. Sibuk diatas kasur sambil berfantasi, hehehehe. Seru hahaha. Sebenarnya, gue ini pengen cerita – cerita gue tertuang dengan sendirinya. Tanpa harus mengetik. Gimana hayo gimana *seruput kopi panas*.

Menulis itu bebas ya. Salah satu cara mengekspresikan emosi itu menurut gue. Kalau seseorang yang dominan otak kirinya, mungkin menerjemahkan kata emosi itu marah. Yap marah. Lain dengan yang dominan otak kanan, Padahalkan emosi itu keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis (seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan) keberanian yang bersifat subjektif, asiiik *dibantu KKBI*. Gituuu, jadi gue mau nulis apa aja yang ingin gue tulis. Apa sajalah. Prefer sih ke diary blog (non fiksi), dan seperti cerpen cerpen yang pernah gue ketik disini sebelumnya.
Setiap ada momen – momen seru (konyol, berkesan, dan kawan – kawannya lah), dalam benak pikiran gue selalu pengen merekamnya dalam bentuk tulisan – tulisan di blog ini. Ya itu terkadang penyakitnya disebut mager (penyakit kaum millenial) mungkin gue termasuk hahaha. Ya walupun tulisan gue acak – acakan, ga bagus – bagus amat, ga ganteng – ganteng amat

Kamis, 16 Juli 2015

Reunian dan Bukber SD

Sebelum kamu (ciee kamuu haha) baca postingan ini, ada baiknya sih baca sebelumnya dulu yang ini (Pra Reunian dan Bukber SD). Tapi terserah, kalian ini yang baca. Langsung masuk aja ya.

(pada ceria kan mukanya, muka siapa yang belum masuk ya?)

Ya sambil menunggu teman – teman SD gue datang, gue menyiapkan materi apa aja yang harus gue sampaikan, karena gue selaku ketuplak (ketua pelakasana) ada sambutan – sambutannya hehe. HP gue terus berdering, ya ternyata ada telepon dari teman gue bernama Puji, dia nanya lokasinya dan si Intan dateng enggak. Gue bilang dia udah berangkat mudik dari sore kemarin dan bla bla bla. Pesan singkatpun terus berdatangan di hp gue, ya biasa. Enggak jauh – jauh nanya, lokasi, siapa aja yang udah datang dan udah ramai belum. Gue respon dengan ramah dan sedikit bohong biar cepet datang haha. Dan bbm juga banyak yang ngechat, ya dari teman – teman SD. Btw, doi enggak ngechat – ngechat? Ya doi tau mungkin gue lagi sok sibuk. Satu persatu teman – teman SD gue datang dari mulai setengah lima sampai jam lima lewat. Hp gue berdering lagi, temen gue bernama Desi ternyata udah didepan lokasi, segeralah gue samperin. Dia bawa anak. Salut, ya teman gue yang satu ini udah berkeluarga dan menyempatkan datang (gue kapan ya, duuh masih jaauuuuh banget. Gebetannya aja sering di php’in mulu sih, sok jelek lo dik!).

Minggu, 21 Juni 2015

Ditilang Polisi Pas Razia, Gue Malah Menantang!


Pagi hari tepatnya jam 10. Gue sedang mengendarai sepeda motor sendirian ke arah Serang Kota dari rumah gue. Tujuannya sih gue lupa mau ngapain gue ke Kota tersebut dengan mengendarai sepeda motor. Ya jarak rumah gue ke Kota tersebut itu lebih dari 35km, lumayan jauh ya. Paling cepatnya untuk sampai ke Kota tersebut kurang lebih 45 menit – 60 menit (ngebut bawanya). Itu lancarnya, kalau lagi jam – jamnya macet itu bisa 2 jam lebih bahkan 3 jam, tergantung seberapa parahnya kemacetan itu terjadi.

Ketika lagi asik dan santai mengendarai sepeda motor (setengah perjalanan), gue melihat banyak pengendara sepeda motor terhenti tiba – tiba dipinggir jalan dan ada yang memutar balik. Oh ternyata lagi ada razia dari pihak kepolisian lalu lintas. Dengan santainya gue jalan terus aja, kan gue udah punya SIM (surat izin mengemudi). Diberhentikannya lah gue disuruh menepi dipinggir jalan sebentar. Seperti biasa, “Selamat Siang.. bisa tunjukan surat - suratnya”. Dalam hati, yaelah guekan udah punya SIM jadi santai aja. Gue membuka dompet gue mengeluarkan STNK. Loh kok, SIM gue enggak ada didompet, dengan tenangnya. Mungkin ada didalam  tas, gue pun membuka tas gue dan mencari SIM itu. Ternyata emang enggak ada, tertinggal didalam lemari kamar gue. Gue orangnya enggak panikan. “Pak maaf.. SIM saya ketinggalan dirumah” dengan tenangnya gue berkata. Lantas pak Polisi itupun menjawabnya, “Waduuh kok bisa ketinggalan, ditilang saja ya”. Gue lansung dengan cepat menjawabnya,”Aduuh pak jangan dong, saya lagi buru – buru nih” (padahal mah bohong). Kata pak Polisinya, “Enggak bisa, ini sudah ketentuannya!”.

Sabtu, 20 Juni 2015

Tidak Berjalan Seperti Biasanya

Satu Juni. Hari Senin dimana pada tanggal tersebut akan ada Kopdar Stage ID, yaitu perkumpulan para photographer panggung. Pagi itu gue terbangun, rencananya mau berangkat siang. Berhubung acara kopdarnya jam delapan malam, gue berangkat sore hari dari rumah.
 


photo bareng bersama anggota StageID

Tiba di Jakarta tepatnya Sudirman jam setengah enam sore. Bermagrib dulu di gedung idola (fx sudirman). Ketika gue keluar dari toilet berpapasan sama centernya JKT48 (Melody), eeaaa haha. Tadinya mau gue sapa, berhubung dia   terlihat terburu – buru mau ke toilet yaudah, enggak jadi gue sapa. Udah hal biasa ketika lo sedang berada di  mall – mall Jakarta bertemu dengan artis, apalagi FX, Sudirman ini. Enggak usah terlalu kaget kalo bertemu/berpapasan sama member JKT48. Bahkan satu lift. Kalau elo tau dia dan berani nyapa, ya enggak ada salahnya menyapa atau say hi aja.

Minggu, 05 April 2015

Mari Donor Darah!

Tadi pagi sekitar jam 10 gue berangkat ke tempat donor darah yang berada di komplek perumahan gue tepat dilapangan di depan bekas TK gue dulu. Awalnya berencana berangkat pagi jam 8, karena gue tidur jam 2 dini hari (biasa online dulu, ngebacot di media sosial *padahal  mah ngestalkingin akun media sosial gebetan*) terbangunlah jam 9 pagi. Yaudah tak lama dari gue bangun tidur, mandi, sarapan baru deh sms bang Rude (temen gue) dulu ngajakin berangkat ke tempat donor darah. H-3 sebelum donor darah bang Rude inilah yang berinsiatif ngajakin gue donor darah, katanya dia pengen nyobain  donor darah (gue tau padahal mah pengen dapet makanan dan minumannya  itu aja haha peace bang Rude). Gue langsung merespon positif untuk menerima ajakannya. Sebenarnya tujuan utama gue ingin donor darah itu Cuma ingin tau golongan darah gue itu apa. Ya sebelumnya selama 18 tahun ini (jalan 19 tahun)  gue belum pernah donor darah. Ya mungkin karena faktor badan gue yang kurang ideal, kurang berat badan (barusan gue nimbang 56kg). Gue mikirnya, kalau gue donor darah badan kurus begini apa yang mau diambil? Ya darahnya lah dik, masa dagingnya yang mau diambil lagian enggak ada, mungkin itu tadi keberatan tulang doang haha . Hadeeuuhh.

tempat dimana gue mau donor darah

Sesampainya ditempat donor darah, kali pertama mau markirin motor duuuh

Kamis, 02 April 2015

Cewek Enggak Jelas

Kemarin malam tepatnya jam delapan’an teman gue yang bernama Achmad Rodini (sebut saja bang Rude) main kerumah gue, tausih gue tujuan dia pasti minta sebuah foto dan itu benar. Ya sekitar satu jam setengah  setelah itu gue sama bang Rude berencana keluar rumah (biasa patroli, muter – muterin komplek) sambil cari – cari yang bisa dimakan (randomlah) ya ketemulah mamang martabak, beli (ditraktir) makan ditempat. Untung aja bang Rude pacarnya jauh, jadi gue masih bisa ditraktir haha. Peace bang Rude hehe. Setelahnya itu gue beli minuman bukan yang beralkohol pastinya  di Indoapril (sekarang kan bulan April).  Mencari tongkrongan, tempat duduk dekat Ruko daerah komplek gue. Sembari sharing cerita dan minum – minum (wah ngiranya negatif aja nih).

Singkat cerita, tiba – tiba ada seorang cewek yang datang menghampiri kita berdua, gue udah ada firasat bakal disamperin cewek itu. Ternyata benar, dia langsung minta tolong ke kami berdua. Pertama dia bilang, “bang minjem hpnya dong, gue mau nelpon temen gue nih minta jemput”. Gue sama bang Rude sedikit menginterograsi dia sebentar. Katanya dia abis main sama temennya, terus ditinggalin. Awalnya agak prasangka aja, ya secara udah malem pada saat itu jam setengah sebelas. Takut kenapa – kenapa gue sama bang Rude waspada aja sambil lihat sekitar, dia bilang abis mabok (minum – minum beralkohol) gue percaya enggak percaya. bang Rude nanya kelas berapa sekolah dimana, dia bilang udah lulus lagi mau cari kerjaan dan dia main keluar rumah enggak pulang – pulang empat hari sampai sekarang. Udah mah cewek ini rese lagi, enggak sabaran. Minta tolong tapi dengan suara intonasi yang tinggi dan cepet – cepet (ngomong GC GC mulu, *gerak cepat*). Yaudah menggunakan hpnya bang Rude untuk memasukan simcardnya dia, karena hpnya dia mati. Mana dia kebelet pipis, disuruh bang Rude

Minggu, 29 Maret 2015

Biodata Jaman SD Dulu

Akhirnyaaaaa... Setelah sekian lama biodata ini ditemukan kembali. Sekitar dua minggu yang lalu gue lagi buka – buka file lama di laptop gue, tujuannya mau melihat biodata (cita – cita gue dulu) yang pernah gue buat di komputer pentium empat sejak kelas 4 SD dibuatnya. Eh ternyata file – file yang terdahulu sudah terhapus di laptop. Pupus sudah harapanku. Beruntungnya gue pernah mencetaknya dikertas A4, nah barusan ini tadi sore ketika lagi beres – beres isi lemari kamar gue ditemukanlah Biodata yang pernah gue ketik lalu dicetak itu.

Biodata yang dicetak di A4 lalu gue photo

Ya ampun, itu bahasa inggris gue alay banget yang pernah gue tulis (RIP English). Dulu gue belum tau kalau ada google translate, jadi setiap kata per katanya gue terjemahkan dalam bahasa inggris menggunakan kamus. Entah kamusnya itu berkualitas atau enggak, tapi gue pake aja untuk menerjemahkan setiap kata. Ya jadi begitulah jadinya, maklumi ya hehe. Toh UN SMK kemarin juga dapet nilai 5,40 haha. Ya tak apalah (gini – gini juga gue udah pernah bercakap dengan beberapa foreigner secara langsung, alhamdulillah lancar jaya haha). Tapi mulai sekarang ini gue tertarik untuk mengerti dan memahami bahasa inggris secara mendalam, didalam target – target yang gue tulis dikertas. Mulai 1 April tahun ini, gue mengharuskan

Jumat, 20 Maret 2015

Hoaamm..

Hoaamm.. Pagi tadi tepatnya jam 8nan gue ke toko bangunan deket rumah. Ya kurang lebih jaraknya 500 meter. Dengan menggunakan sepeda beroda dua ku kayuh pedalnya. Tujuan sih membeli sekaleng cat berwarna hitam beserta thinnernya, niatnya mau beli thinner yang merk impala malah dikasih merk maung, untung aja enggak merk  macan. Kalau macan mah nama gang cemewew gue haha (cemewew: enggak tau, bukan pacar kok. ya anggap aja temen cewek. gitu) . Udah ah *abaikan-abaikan*. 

Iya sesampainya gue di toko bangunan itu gue memarkirkan sepeda gue terlebih dahulu, karena enggak ada peyanggah kakinya (standar)  gue sandarkan disamping pagar. Pas masuk ke toko bangunannya sang pemilik lagi melayani customer, jadi gue menunggu sebentar. Enggak beberapa lama sang pemilik tokonya menghampiri dan menyakan mencari apa. Ini Koh mencari cat hitam untuk kayu. Eh tiba – tiba si Kokohnya ini marah – marah,

Senin, 23 Februari 2015

Hidup Bahagia Tanpa Smartphone

Era sekarang, siapa sih yang enggak kenal yang namanya smartphone. Ya hampir semua kalangan terlibat menggunakannya. Tak bisa dibendung batas pemakaiannya yang biasanya berlebihan. Dalam postingan ini gue mau membahas hidup bahagia tanpa smartphone. Jika dilihat dari sisi positifnya dengan kehadiran smartphone ini memang sangat mendukung dan membantu dalam akses informasi di internet yang utamanya dan kebutuhan kerja lainnya. Mungkin gue enggak bakal panjang lebar membahas sisi positifnya ya mungkin kalian sudah mengetahuinya.

Hmm gue bingung, kenapa sih sekarang orang - orang terlalu sibuk sama gadgets (khususnya yang make smartphone), sudah ketergantungan dengan benda yang satu ini. Dari mulai bangun tidur sampai mau tidur lagi selalu didekatnya begitu terus setiap saat, yang gue takuti sih pengaruh adanya gadgets ini membuat orang - orang anti sosial terhadap lingkungan sekitarnya. Dimana saja dan kapan saja selalu menunduk (menatap layar smartphonenya).