Senin, 23 Februari 2015

Hidup Bahagia Tanpa Smartphone

Era sekarang, siapa sih yang enggak kenal yang namanya smartphone. Ya hampir semua kalangan terlibat menggunakannya. Tak bisa dibendung batas pemakaiannya yang biasanya berlebihan. Dalam postingan ini gue mau membahas hidup bahagia tanpa smartphone. Jika dilihat dari sisi positifnya dengan kehadiran smartphone ini memang sangat mendukung dan membantu dalam akses informasi di internet yang utamanya dan kebutuhan kerja lainnya. Mungkin gue enggak bakal panjang lebar membahas sisi positifnya ya mungkin kalian sudah mengetahuinya.

Hmm gue bingung, kenapa sih sekarang orang - orang terlalu sibuk sama gadgets (khususnya yang make smartphone), sudah ketergantungan dengan benda yang satu ini. Dari mulai bangun tidur sampai mau tidur lagi selalu didekatnya begitu terus setiap saat, yang gue takuti sih pengaruh adanya gadgets ini membuat orang - orang anti sosial terhadap lingkungan sekitarnya. Dimana saja dan kapan saja selalu menunduk (menatap layar smartphonenya).

Minggu, 22 Februari 2015

Hello..

Hai hehe, judulnya hello nyapanya hai -,- duh
Udah lama banget enggak nulis diblog lama - lama jadi go-blog nih gue enggak nulis - nulis. Gimana ya caranya biar setiap saat itu enggak males untuk menulis, terkadang kendala untuk menulis ya itu penyakitnya males padahal mah di otak banyak yang ingin dituangkan dalam kata - kata, itu gue pribadi sih. Padahal mah waktu luang banyak banget, ya mungkin jiwa gue bukan penulis kali yah. hmm.. sebenernya sih tips biar enggak males nulis tuh ya disegerakan menulis. Tuangkan seluruh isi pikiran lo yang ingin ditulis, biar enggak lupa atau catat poin - poin pentingnya dulu, baru setelah ingin menulis tinggal dijabarkan deh. Kalau udah menulis kalimat pertama, biasanya kalimat selanjutnya dan seterusnya itu mengalir sendiri loh. Oke sekian hehe bye :D

Rabu, 04 Juni 2014

Serunya Ngekost

Ngekost, gue juga punya pengalaman ngekost pada saat masih sekolah. Gue ngekost hanya tujuh bulan. Terbilang tidak terlalu lama, ya sebentar tetapi selama tujuh bulan ini banyak banget yang udah gue dapati mulai dari cerita, pengalaman dan curahan hati akan gue bahas dipostingan ini.

Ngekost, dari kata – kata kost’an kayaknya banyak yang berpikiran negatif tentang kost’an. Entah, mungkin banyak yang mempergunakan kost’an sebagai tempat yang negatif.  Lain halnya dengan gue. Selama gue ngekost, syukur tidak banyak negatifnya (berarti ada negatifnya sedikit) ya mungkin negatifnya gue sama yang lain beda. Kalau gue paling negatif ketika ngekost adalah tidur terlalu larut malam (dirumah juga sama aja), bangun tidur agak telat dari biasanya dirumah apalagi kalo hari libur kadang - kadang bangun jam 8 – 9 (shalat shubuh keskip, duh) dan banyak mainnya, kayaknya itu aja. Selebihnya enggak macem – macem di kost’an.

Banyak yang beranggapan begini “ah anak kost’an mah makannya juga mie instant melulu tiap hari, mie rebus terus palingan, keriting tuh usus” siapa bilang gue makan mie rebus terus? Cuma mie goreng doang kok (sama aja, sama – sama mie). Eh tapi enggak kok, gue enggaak terlalu suka mengkonsumsi mie.

Sabtu, 31 Mei 2014

Ternyata Patah

Hai gue mau ngelanjutin tulisan gue yang ini nih (klik aja), sebelumnya bagi lo yang belum baca postingan sebelumnya harus baca dulu ya.

Sesampainya dirumah sakit gue bersama kedua orang tua, gue daftar dulu sebagai pasien yang akan berobat, setelah itu menuju ruang entahlah gue lupa pokoknya gue ketemu dokter yang ahli dibidang ketulangan gitu. Disitu gue ditanya – tanya, “ini kenapa?” ya gue jawab aja, patah kayaknya. Si Dokternya nanya lagi “kok bisa?” bagi gue ini tuh pertanyaan formalitas, ya bisalah. Lantas gue jawab lagi, iya main bola. “Dilapangan?” kata Dokternya, gue jawab enggak didalam rumah. Hmmm, ada – ada saja dokternya bilang begitu, Yasudah ini dirontgen dulu, nanti kita lihat hasilnya bagaimana, kalaupun harus dioperasi (dikasih pen yang kayak besi buat nyambungin tulang, eh bukan besi lupalah namanya apa) ya kita operasi kalaupun tidak terlalu parah digips saja cukup, saran dokter.

Gue langsung menuju ruang radiologi, disitu gue juga enggak langsung dirontgen. Menunggu dulu, ternyata banyak juga yang bermasalah tulangnya bukan gue doang. Ada yang patah karena tabrakanlah inilah itulah, beuh macem – macem di tempat menunggu ruang radiologi. Gue seneng berarti bukan gue doang, yeyeye. Setelah agak lama menunggu, nama gue dipanggil juga. Masuk deh keruangan radiologi. Disitu gue diarahkan posisi tangan kanan gue dan jangan melihat kearah sinarnya, bahaya mungkin. Selesai dirontgen, nunggu dicuci dulu hasilnya enggk lama hasilnya ada. Kaget ternyata tulang hasta gue patah, dan yang satunya lagi retak. Huaaaaaaa. Gue mikir, ini kira – kira kapan sembuhnya ya, bisa nyatu lagi enggak ya.

(hasil rontgen pertama)