Selasa, 30 April 2019

HARI BUMI

SELAMAT HARI BUMI

Tanggal 21 April lalu gue bersama komunitas Kemangteer Serang, melakukan penanaman bibit pohon mangrove di pesisir pantai kp. Brambang desa Lontar kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang, Banten untuk mencegah erosi dan abrasi pantai, lebih dari itu banyak sekali manfaatnya.

Dalam rangka memperingati hari Bumi jatuh tanggal 22 April 2019, satu hari sebelumnya kami melakukan aksi penanaman bibit pohon mangrove. 
Digalakan juga oleh suatu organisasi konservasi lingkungan yaitu Lindungi Hutan, serentak di 80 titik kurang lebih, seluruh Indonesia. Ada yang di hutan, taman nasional, pantai, bahkan di perkotaan. Berbagai upaya untuk berkontribusi terhadap Bumi. Donasi pohon, membeli merchandise + donasi pohon, dan turun aksi langsung dalam penanaman. 

Dimulai dari yang terkecil, kalau semua manusia tergerak, akan lebih hijau lagi Bumi kita ini. Mungkin iklim dunia akan membaik. 

Sabtu, 16 Maret 2019

Menjenguk

Sabtu ini gue meliburkan diri dari tuntutan pekerjaan gue yang mengharuskan hari ini lembur, karena gue masih tahap pemulihan pasca operasi pelepasan pen di tulang clavicula kiri gue, yang sebelumnya terpasang di tulang clavicula kiri (baca nih Jatuh di Bogor), tulisan selanjutnya bakal gue post bulan ini.

Pagi hari tadi jam 10:40 WIB, gue memutuskan untuk berkunjung ke RS Hermina Ciruas untuk menjenguk salah satu anak teman kerja yang lagi dirawat secara intensif di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit), salah satu unit yang menangani bayi yang baru lahir yang menderita penyakit serius. Mendapati informasi dari teman kerja yang sekaligus sang ayah bahwa si bayi tersebut terkena infeksi pernapasan, kasian ya. Umurnya baru 2 minggu kurang lebih. 

Senin, 25 Februari 2019

TANAH

Minggu lalu tepatnya tanggal 17 Februari 2019, pagi itu gue terbangun dari tidur yang cukup puas karena weekend tak ada tuntutan berangkat kerja pagi - pagi. Seperti biasa ketika bangun tidur di pagi hari selalu membiasakan meminum segelas air mineral, lalu cuci muka kembali, dan menengok mentari yang sudah menyinari alam semesta ini. 

Foto diambil tahun 2015, lokasi Garut. Curug Orok

Gue punya kerterarikan akan hal - hal semua tumbuhan dan tanaman, suka. Bentuknya dan warnanya yang menyegarkan mata, adem. Ya walaupun sejauh ini gue belum menekuni akan kesukaan gue ini, baru sampai tahap penikmat, sudah mencoba bertanam - tanaman, yap sukulen dan berakhir membusuk, karena kemiskinan akan ilmu terhadap  tumbuhan tersebut, mungkin belum sepenuhnya sayang. Padahal perawatannya cukup mudah. Kedepannya harus membeli dan merawatnya kembali, pasti.

Sabtu, 05 Januari 2019

Senin, 31 Desember 2018

Selasa, 13 November 2018

Sabtu, 10 November 2018

Minggu, 14 Oktober 2018

Istirahat.

Pada jam 01:00 WIB dini hari, gue berniat menutup sementara akun instagram gue @dikanilasoewardi (coba aja klik, pasti tulisan di halamannya "Sorry, this page isn't available.") . wkwk.

Etdah gue bikin klarifikasi segala ya, berasa kayak Reza Oktovian aja atau Awkarin yang katanya mau menghapus instagramnya, apa dijual ya? Gue enggak baca beritanya si.

Kan disitu di instagram ada keterangan alasan mengapa gue menutup sementara akun gue, ada beberapa opsi yang gue pilih Cukup Perlu Istirahat. Iya gue rasa kayaknya gue perlu istiraharat bermain instagram, gue pribadi merasa waktu gue banyak terbuang di Instagram, dari mulai bangun tidur, di tempat kerja, sampai dirumah lagi, dan mau tidur lagi, pasti selalu buka instagram. Enggak bijak gue menggunakannya. Lama - lama hati mengeluhkan juga, bosen ya. Jadi gue menghabiskan waktu untuk melihat kehidupan dan kesenangan orang lain atau temen - temen gue di instagram. 

Minggu, 30 September 2018

Jumat, 31 Agustus 2018

Depok dan Ceritanya.

Sabtu 7 Juli 2018, kala itu gue menikmati konser musik yang diselenggarakan oleh anak Mahasiswa Psikologi Universitas Gunadarma.

(Danilla saat performing)

Pagi harinya gue beraktifitas seperti biasanya, hingga jelang waktu sore memasuki pukul 3. Gue sudah di Stasiun Maja. Akses transportasi yang gue gunakan untuk ke Depok adalah commuterline. 

Satu setengah jam berlalu, tibalah gue di stasiun transit yaitu Stasiun Tanah Abang. Lalu melanjutkan commuterline  yang melaju ke arah Bogor. Disaat itu jam - jam pulang kerja, sungguh sangat ramai dan sesak. Untung saja beberapa ada yang turun di Stasiun transit berikutnya di Stasiun Manggarai. 

Gue belum duduk, dari Stasiun awal gue naik. Berdiri terus. Kebayang dah pegelnya wkwk. Commuterline terus melaju, di sepanjang perjalanan gue selalu berkabar sama temen smk gue yang kebetulan dia panitia event tersebut namanya Nalurita, panggil saja Nunu. Gue pun dikasih pilihan rekomendasi jika mau turun distasiun Pondok Cina, lanjut ke ITC Depok dengan naik angkot nomor sekian (gue lupa) aau turun di Stasiun Depok lanjut dengan Ojek Online. Gue pun berhenti dan turun di stasiun Depok Baru, melanjutkan naik Ojek Online. Yap, bayar lah gue Ojek Online dengan uang pas 7 ribu, karena emang dekat banget. Setibanya gue di depan ITC Depok, gue berhenti dan merokok satu batang sejenak. Memperhatikan kondisi lalu lintas disana, padat dan macet. Ojek Online ramai dimana - dimana. 

Minggu, 22 Juli 2018

Dini Hari

Jam 04:00 Shubuh kala itu, ketika gue sedang menaiki sebuah mobil sedan yang berduduk disamping stir mobil, yang bawa temen gue (Onod) dan mobil milik dia juga. Ada Budi juga sudah terlelap tidur dibelakang kami.

Arah pulang, sebelumnya kita habis ngopi dan diskusi santai saja di rumah Varley dari jam 12:00 malam hingga jam 03:30. Asik perbincagan kita berlima pada dini hari itu (ada bokapnya Varley juga), oh ada sepupu - sepupunya Varley juga dari  Garut. Yap, berdelapan orang malam itu kita berbincang santai di temani kopi hitam panas dan cokelat dodol dari Garut.

Mobil yang dikendarai Onod arah pulang melaju dengan kecepatan yang enggak terlalu kencang juga, karena kondisi kita sudah mulai ngantuk.

Minggu, 24 Juni 2018

Investasi Kesehatan Itu Penting

Gue menulis tulisan ini adalah sebagai self reminder.

Menjaga kesehatan jiwa raga itu perlu. Dengan cara apa? Banyak, rutin berolahraga, menjaga pola makan yang sehat, dan berpikir hal - hal positif.

Generasi saat ini, yaa saat ini. Mungkin banyak yang mengabaikan pola hidup sehat. Salah satunya gue. Gue tinggi badan 175 dan berat badan saat ini 57kg, itu enggak termasuk ideal secara BMI (Body Mass Index), kurus. Hmmm.. Faktor apa saja mempengaruhi? Banyak, pola tidur yang enggak disiplin, kurang berolahraga, kurangnya asupan makanan yang kaya akan serat dan vitamin, atau terlalu memikirkan sesuatu yang membuat stress.

Selasa, 22 Mei 2018

Minggu, 15 April 2018

Ngopi?

Akhir pekan ini gue dirumah aja. Membosankan? Yaa sedikit membosankan sih. Tapi banyak aktivitas yang dapat gue lakukan. Yaa seperti biasanya yang udah - udah gue tulis di blog. Bantu pekerjaan rumah ini itu dan lain lain. Paling penting kumpul bareng keluarga, makan siang bareng, ngobrol dan bermain dengan keponakan gue yang baru umur 8 bulan ini, yaa anak dari Kakak gue. Nama anaknya Zulfikar. Enggak sabar jadi ingin punya anak sendiri. Seru.

Di umur gue yang mau menginjak 22 tahun ini, gue jadi banyak merenung dan berfikir. Asik. Hal apa aja si yang udah gue capai dan raih? Gue pribadi si, belum mencapai dan meraih apa - apa (dalam skala besar). Kosong aja gitu. Entah. Gue selalu bersyukur apa yang gue dapat sejauh ini.

Minggu, 18 Maret 2018

Suatu Hari Pada Saat Itu..

Gue ingin menuliskan ini untuk diri gue pribadi untuk menjadi cerita di masa - masa yang akan datang, mungkin catatan dan cerita untuk anak - anak gue kelak.

Satu tahun lalu tanggal 18 Maret 2017 pada malam itu gue sedang berbaring di ruang operasi tepat jam 8 malam di RS Bedah Benggala, Kota Serang. Satu hari sebelumnya insiden kecelakaan tunggal terjadi pada gue tanggal 17 Maret 2017, hari Jum'at jam 6 pagi di Jalur Cisarua, Bogor.

Hal itu terjadi sama gue ketika ingin menuju Cianjur dari Cikande ke acara pernikahan Kakaknya temen gue, ya Rodini. Menggunakan sepeda motor, dua motor tiga orang, yaitu gue sendiri, Rodini bersama Budi berboncengan.

Beberapa hari sebelum keberangkatan gue sudah memperbicarakannya kepada Rodini yang mengajak gue untuk menemaninya kesana. Gue pun bersedia. Emang awalnya rada pesimis, karena kita terkendala di waktu. Ya kita berdua kerja. Setelah berbincang ini itu, dan mempertimbangkan segalanya. Kita menetapkan untuk berangkat. Padahal dari orang tua kita berdua, emak gue dan emak Rodini. Menyarankan untuk enggak usah memaksakan berangkat, karena kendala waktu kerja. Tapi gue pribadi kekeh untuk menemani Rodini ke Cianjur menemani datang ke pernikahan kakaknya.

Jumat, 16 Februari 2018

Bernostalgia

Bernostalgia jaman - jaman masih sekolah kadang suka seru, apalagi kalau lagi kumpul sama teman - teman sekolah. Teman SD, teman SMP, atau teman SMA. Masing - masing punya ceritanya tersendiri. Ada pengalaman seru canda tawa, kalau sedih kayaknya, adasih. Cuman gue kan orangnya cheerful hahaha. Jadi ngerasa banyak seru - serunya aja, dibanding sendunya.

Tapi perlu enggak sih? Untuk bertemu dan berkumpul sama mereka. Perlu dong. Demi menjaga tali silaturahmi. Banyak banget manfaatnya kalau berkumpul dan bertegur sapa sama mereka lagi, informasi yang didapat beragam, entah itu seputar kerjaan, atau informasi bisnis. Tapi kemungkinan kecil deh, yang pasti dan seru sih Ghibah, candu. Cuman menurut gue, di jamannya sekarang ini. Era digital, yang apa - apa serba cepat salah satunya informasi yang didapat. Gue sedikit skeptis, mungkin rada susah ya di jaman yang serba cepat ini untuk berkumpul sama teman - teman terdahulu atau yang biasa kita sebut Reuni. Mungkin untuk mengajak kumpul teman 4 - 5 orang, masih mudah. Selebihnya kayaknya agak susah. Yaa mereka punya kesibukan masing - masing. Untuk saat ini. Berdasarkan yang udah gue alami begitu. Jadi gue berasumsi, mungkin gue atau mereka belum perlu reuni. Toh soalnya kita semua sudah terhubung di media sosial atau macam instant messaging. Jadi kita tau perubahan - perubahan dari teman kita, dan saling bertegur sapa via instant messaging di grup - grup. Jatohnya si bukan kepo yaa, jadi sekedar tau. Perkembangan teman - teman kita, yaa walaupun enggak menyeluruh. Hanya beberapa dan sedikitnya saja.

Minggu, 14 Januari 2018

Bersyukur

Udah diawal tahun 2018 aja nih. Tulisan gue masih gini - gini aja, kadang males nulis. Ya nulis bukan hobi gue sih, yaa cuma sekedar media berbagi apa yang ingin gue bagikan. Ya walaupun gak penting - penting amat.

Tanggal 14 Januari ini, sekitar jam setengah sepuluh malam ketika perjalanan pulang dari stasiun Maja menuju rumah (ceritanya habis main). Gue dibonceng temen gue Rodini. Sepanjang perjalanan, kita saling cerita. Ya bisa dibilang curhat lah. 

Menyinggung masa depan. Kita enggak tau yaa, sampai umur berapa kita hidup. Tapi cobalah dan terus melakukan dan berbuat kebaikan kepada siapapun itu. Lebih baiknya lagi enggak ada maksud dan tujuan yang terselip. Maksudnya ikhlas begitu saja. 

Sabtu, 16 Desember 2017

Aneh

Entah kenapa gue memiliki phobia terhadap panggilan telpon di hp gue, gue merasakan ini udah cukup lama mulai dari kelas 2 smp (awal – awal punya hp). Mungkin yang pernah menelpon gue sering atau pernah enggak gue jawab telponnya. Ketika dering telpon berbunyi dan gue menatap layar hp seketika jantung gue berdetak cukup cepat (deg – deg’an), takut aja. Entah. Maupun itu temen gue, sekalipun pihak keluarga gue yang menelpon gue terkadang enggak gue jawab.  Terkadang gue memberanikan diri  menjawab telponnya itu ketika minimal 3 kali dia menelpon secara berulang. Sering gue me reject panggilan dari temen gue dan kakak gue kalau menelpon. Di reject aja, terus gue sms. Ada apa?. Dan ketika ada panggilan telpon dari nomor yang enggak ada nama di kontak gue, gue biarin aja langsung gue letakan dibawah bantal biar enggak terdengar suara dering telpon itu (selang beberapa menit setelah tidak ada panggilan dari nomor itu gue sms “maaf dengan siapa ya?”), apalagi yang private number langsung gue reject. Mungkin kalian berpikir tentang gue, aneh banget atau alay takut menjawab panggilan telpon. Ya itu yang terjadi sama gue.


Pernah bokap gue menelpon gue berulang kali, enggak gue angkat. Bokap gue langsung menelpon ibu gue. Ibu gue langsung ngasihin hpnya ke gue.  Hehehe.

Pokoknya gue enggak biasa telponan, jadi kalau pacaran sama gue enggak asik banget ya. Hahaha.

Ya pernah si beberapa kali gue telponan (terpaksa, dia  yang nelpon) sama temen gue yang di Jogja, sekedar nanya kabar. Kehitung lah, paling 2 atau 3 kali.

Sabtu, 11 November 2017

Senyum yang Menyejukan

Sebagai manusia yang menghuni planet Bumi, sudah seharusnya kita hidup tolong menolong dan saling berbagi sesama makhluk hidup, pada manusia dan pada binatang yang hidup di muka bumi ini (yaa enggak semua si, yang ada disekitar kita aja contoh seekor kucing hehe).

Kenapa si kita harus berbagi kebaikan sesama manusia? Biar happy, hehe. Ya biar orang yang kita bagi, agar senang. apasiih hahaha

Memberi itu enggak harus punya uang banyak kok, enggak mesti harus kaya raya dan sukses dulu. Berbagi dari hal - hal kecil aja dulu. Enggak usah dikasih contoh, paham lah. 

Kadang kita perlu menyisihkan uang kita, untuk membantu sesama manusia. Niat aja untuk memberi, enggak usah mengharap pahala atau timbal balik. Itu udah hukum alam kok, berbuat baik akan menerima kebaikan begitupun sebaliknya.

Minggu, 29 Oktober 2017

Senyum di Minggu Pagi

Jam 4 sore ini, gue mulai menyalakan laptop. Koneksi internet langsung saja tersambung secara automatis, mulai lah membuka google chrome. Seketika, mau nulis aja. Mau nulis kegiatan apa aja yang gue lakuin minggu ini, kalau minggu lalu gue bekerja bakti. Aseek, membantu warga sekitar sini memperbaiki saluran air satelit.

Minggu pagi ini, diawali dengan bersyukur masih bisa menghirup udara segar dan memandang langit biru yang cerah, ya walaupun tempat tinggal gue ini berdekatan (enggak berdempetan juga si, ya jaraknya 6-7km lah kurang lebih) dengan kawasan industri yang identik dengan polusi udara, eits tapikan rumah orang tua gue didepannya tertanam pohon - pohon dan tanaman tanaman dan sekitar gang gue juga banyak pepohonan, ya ada udara segar lah, kan pohon itu menyerap karbondioksida dan melepaskannya menjadi oksigen. Ayook dong tanam pohon didepan rumah, baik untuk lingkungan dan banyak banget manfaat lainnya.