Sabtu, 12 Agustus 2017

Selamat Datang di Era Keterbukaan

Hati - hati di Internet!


Selamat datang di era keterbukaan, kencangkan tali kolor, pasang dengan benar tali BH. Apa - apa serba cepat saji di dunia maya. Ya berita - berita terupdate sangat cepat dapat kita santap. Kalau asal santap bisa muntah. Hati - hatilah. Media - media penyebar provokasi dimana - mana. Sangat disayangkan masyarakat kita mudah terprovokasi, huft. Cerdas sedikit lah ya. Jadi gampang banget untuk memecah belah. Apalagi sangkutannya sama yang namanya agama. Sensitif. Gampang basah. Dikit - dikit basah.

Sabtu, 15 Juli 2017

Memulai Kembali, Basa Basi Dulu.

HIIIIIIIIIIIIIAAAAAAAAAAAAAAAA......

Hay Hay Hay!!! Akhirnya menyentuh keyboard kembali, walaupun masih males (semangatin dong mey *nama burung peliharaan gue*).

Hft.. Apakabar Fellas? *mencoba sok asik*. Udah berapa ratus hari ya gue enggak pernah nulis diblog. Biasa suka sibuk sendiri gue mah orangnya. Sibuk diatas kasur sambil berfantasi, hehehehe. Seru hahaha. Sebenarnya, gue ini pengen cerita – cerita gue tertuang dengan sendirinya. Tanpa harus mengetik. Gimana hayo gimana *seruput kopi panas*.

Menulis itu bebas ya. Salah satu cara mengekspresikan emosi itu menurut gue. Kalau seseorang yang dominan otak kirinya, mungkin menerjemahkan kata emosi itu marah. Yap marah. Lain dengan yang dominan otak kanan, Padahalkan emosi itu keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis (seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan) keberanian yang bersifat subjektif, asiiik *dibantu KKBI*. Gituuu, jadi gue mau nulis apa aja yang ingin gue tulis. Apa sajalah. Prefer sih ke diary blog (non fiksi), dan seperti cerpen cerpen yang pernah gue ketik disini sebelumnya.
Setiap ada momen – momen seru (konyol, berkesan, dan kawan – kawannya lah), dalam benak pikiran gue selalu pengen merekamnya dalam bentuk tulisan – tulisan di blog ini. Ya itu terkadang penyakitnya disebut mager (penyakit kaum millenial) mungkin gue termasuk hahaha. Ya walupun tulisan gue acak – acakan, ga bagus – bagus amat, ga ganteng – ganteng amat

Minggu, 27 September 2015

Ngomongin Temen.

 (dari kiri ke kanan, Rodini, Onod, Samsir, Budi, Ali, Mamat, Ardi)

Tulisan kali ini gue mau ngomongin temen – temen gue. Ya gue mau ngomongin tentang brengsek – brengseknya mereka, eh bukan kok. Seperti yang pernah gue kicaukan di twitter kurang lebih begini, “anak gaul itu bukan cuma dari segi fashion atau banyak bicara ini itu di media sosial, tapi luas akan wawasan dan pengalamannya” gitu kalau enggak salah, coba aja cek timeline gue @dikardus (bantu cek coba, gue males ngescroll’in kebawahnya). Ya gue mau ngebahas temen – temen gue yang gahoool bro, wassapp, apakabss. Tadinya mau gue kicauin aja di twitter, tapi 140 karakter huruf kurang menurut gue dan gue inget punya blog, yaudah gue tuangkan aja kesini. Yang menyebut mereka gaul sih gue sendiri, mungkin mereka enggak mau kali disebut anak gaul atau apalah haha. Ini dalam hal yang positif ya. Bukan anak gaul yang kalian kenal, seperti alay (kayaknya gue masih alay deh), atau ada yang bilang anak gaul itu udah harus free sex, merokok, minum, makan, mandi, tidur. Bukan itu, anak gaul itu harus ngetweet tentang cinta – cintaan dan galau biar banyak yang retweet (jujur gue merasa jjk aja, enek sok ngerti gitu tentang perasaan, mungkin ini karena pasar industri musik kita selalu disuguhi lagu cinta melulu nih, jadinya gini anak muda jaman sekarang sedikit – sedikit melow, galau, depresi, mati aja lo. hih mungkin kalau gue pernah gitu berarti gue merasa jjk juga terhadap diri gue sendiri. Boleh ajasih ngetweet galau, tapi bagus lagi dikemas dalam hal yang lucu, biar menarik. Gitu sih) oke ini bukan juga.

Duh gue jadi males nih nyebut nama gaul, ganti aja ya jadi keren. Oke keren, keren kan? Haha.

Sabtu, 15 Agustus 2015

Judulnya Sih Nasi Kucing

Nasi Kucing membikin perselisihan, salah salah dari kawan jadi lawan, salah faham bung karena nasi kucing, urusan kecil bisa jadi meruncing. Eh ini kan lagu yang dinyanyikan White Shoes And The Couples Company dan Rima Melati juga pernah membawakannya, duh maaf – maaf banget liriknya diganti jadi nasi kucing hehe, judul lagunya Aksi Kucing (tentang pengkhianat) ciptaan Oey Yok Siang di tahun 1950-an.

enggak gini juga -,- sumber: klik 

gue lagi deket sama dia, udah 2 mingguan

Jum’at malam itu gue mau main kerumahnya Helmi bersama Rodini. Disuruh si Helmi, yaudah gue bergegas berangkat. Katanya kalau ke gang dia (Helmi) lo ngerasain kayak suasana di Bandung. Ah masasih? Bikin penasaran aja, yaudah gue kerumahnya. Pas mau masuk gangnya, banyak lampu – lampu menghiasi di atas jalan (ngegantung dijalan – jalannya sih tepatnya) dan dirumah – rumah, bagus enak ngeliatnya (kalau buat foto bokeh bagus tuh hehe). Udah masuk gangnya Helmi banyak payung – payung warna – warni  ngegantung di sepangjang jalan di gangnya. Gue kira masuk gangnya Helmi bayar karcis dulu haha, oh enggak. Ternyata itu buat menyambut acara 17 Agustusan, ya Hari Kemerdekaan bangsa kita, Indonesia. Bagus dan kreatif, nah gitu dong seharusnya.

Sesampainya di depan rumah Helmi (rumah orang tuanya sih hehe), belum sempat gue memanggil nama Helmi (iya tau, pasti salam dulu lah Assalamu’alaikum) Ibunya baru keluar, ada didepan rumah. Ya langsung aja gue salim dan nanya ada Helminya. Dipanggilah Helmi dan keluar (cepet banget sih mi keluarnya, ayo apa yoh haha), ya seperti biasalah kalau gue sama Helmi ketemu tuh pasti ketawa – tawa aja bawaannya (ya enggak langsung ketawa sih, senyum – senyum dulu yang berujung ketawa), entah mengapa haha, si Helmi orangnya suka ngelucu ajasih. Udah sering terjadi gue berteman sama dia semenjak smp kelas satu. Enggak lama dari itu ibunya menyuruh masuk kedalam.  Yaudah masuk.