Kamis, 16 Juli 2015

Pra Reunian dan Bukber SD

Masih ingat sama teman – teman bealajar di sekolah sewaktu kecil kalian enggak?, ya teman – teman SD? Coba diingat – ingat kembali siapa teman sebangku kalian, teman baerangkat dan pulang sekolah, teman main pas SD, dan guru – guru SD kalian. Tentunya masih ingat kan? Atau kalian enggak pernah SD haha. Kangen enggak sih masa – masa itu? Seru kan? Banyak hal yang kita tertawakan sekarang apa yang terjadi di masa lalu itu. Rasanya gimana gitu mengingat – ingat masa SD, bikin senyum – senyum atau tertawa ngakak, mungkin juga ada sedihnya. Ya suka duka itu memang selalu ada.

Oke. Sabtu, tanggal 11 Juli 2015. Dimana hari itu gue dan teman – teman SD gue mengadakan Reunian dan sekalian buka puasa bersama, karena memang sedang di bulan Ramadhan, memang berkah ya bulan Ramadhan itu, tersedia banyak aneka makanan dan minuman enak – enak, bisa lebih dekat dengan keluarga, dan dapat mempertemukan teman – teman terdahulu dengan diadakannya acara buka puasa bersama .
7 tahun, ya setelah sekian lama itu kita belum pernah bersua kembali dan kumpul  bareng seperti ini dan sebelum – sebelumnya memang engak pernah (pas masih SD) . Entah.

Sabtu, 11 Juli 2015

Di PHP'in Mamang Teller Bank

Kemarin hari Jum’at, dikecewain + diphp’in sama mamang teller bank. Pagi itu gue emang mau setor tunai ke rekening saudara atas perintah emak. Ya jam 8 pagi gue masih ngantuk mau berangkat ke atm center, yaudah gue bilang ke emak gue, nanti mah jam 10 aja, lanjut tiduran sambil memutar album SORE, Endah N Rhesa, dan Danilla. Tertidurlah gue. Emak gue ngebangunin lagi jam 10, “dik transfer dulu”. Terasa berat banget mata ini untuk terbuka menatap mentari, padahal lagi enak – enak tuh gue mimpi. Beuh mimpinya kerasa banget ke fisik (menikamati banget, terekam jelas banget lagi, mana pemerannya itu temen sekalas gue smk dulu), mana lagi bulan puasa, untung enggak keluar *eh hahaha. Keluar ingus maksudnya (gue lagi pilek), ending mimpinya yang enggak enak, udah ah enggak gue ceritain, kalau ketemu gue aja gue ceritain dengan detail. Bergegas ke kamar mandi, cumuk (cuci muka), bengong sebentar (ngumpulin energi), ngecheck hp siapa tau ada text dari doi. Jeans, sneaker, t-shirt, make sweater biar sinar mentari dan debu  enggak mengenai langsung kulit gue.

Jam setengah sebelas gue berangkat, pas diperjalanan punya feeling enggak enak aja. Nnyampe atm center jam sebelas kurang sepuluh menit. Tegur sapa dengan security setempat, katanya lagi bermasalah jaringannya (gangguan). Minta rekomendasi, disuruh ke bank ini aja (iya namanya bank ini *sensor* -_-), oke gue langsung ngetext ke emak gue, “yang disini gangguan”. Tak banyak pikir gue meluncur ke bank ini. Masih ngantuk ya, firasat gue juga ada kendala nih di bank ini. Benar ketika sampai jam 11 kurang 5 menit, di bank ini. Ada tulisannya, “istirahat, sholat jum’at”. Kesel gue, gue masuk aja dulu ke bank ini. “Pak ini masih bisa untuk melakukan setor tunai?” tanya ke security, lantas securtiy itu menjawab “tutup, istirahat” dengan muka yang agak jutek, enggak ada ramah – ramahnya ini orang, gue tanya lagi aja “beroperasi jam berapa lagi bank ini?”, kata dia “jam 1” . Hadeuuh. Yaudah gue langsung balik ke rumah.

Sesampainya dirumah, jam 11.30. Bilang ke emak, bank ini bukanya jam 1. Nanti balik lagi deh. OKe singakat cerita,

Minggu, 28 Juni 2015

Ramadhan Jazz Festival 2015



Ramadhan Jazz Festival! Yah itulah event yang gue datangi kemarin tanggal 26 Juni di Plaza Masjid Cut Meutia, Menteng Jakpus. Sebelumnya gue enggak tau ada event ini dan gue juga kali pertama datang, padahal ini event udah berjalan selama lima tahun kebelakang (payah banget ya gue). Gue mendapatkan info dari grup komunitas StageID di facebook jam satu siang. Hari itu dimana adalah hari Jum’at. Lantas gue tertarik untuk datang ke event tersebut, secara gratis dan guest starnya keren – keren. Ada Raisa, Kunto Aji, Abdul & The Coffe Theory, Sore, Abenk Alter, Emerald, dan pastinya band paling keren dari Indonesia yang sering manggung di negara – negara belahan dunia yaitu White Shoes & The Couples Company.

Ini gue dadakan banget, karena sebelumnya enggak terencana. Terencananya ya setelah jam satu siang itu, dan gue berangkat sore jam lima. Sebelumnya gue menghubungi teman gue (bang Rude) untuk mengajak ke event tersebut. Tanpa panjang pikir ya dia mau.

Jam 3 gue mulai mempersiapkan barang yang akan dibawa terutama kamera, karena tujuan utama gue itu ya motret. Karena gue berangkat sore, memperkirakan bakal buka puasa dalam waktu diperjalan. Ya gue siapin makanan untuk membatalkan seperlunya. Gue bawa susu kedelai, kolak, dan kurma (sunnah nabi nih hehe), tadinya mau bawa banyak makanan berhubung temen gue enggak mau mampir dulu kerumah, yaudah secukupnya aja buat berdua.

Jarum jam terus berjalan mendekati angka lima sore. Kendaraan yang gue gunakan adalah motor yang membuat gue nyaman kemana – kemana, ya supra emprit haha. Jangan salah loh doi udah sering ditumpangi mantan – mantan gebetan gue haha. Ya paling jauh main sama doi ini Cuma ke daerah Menes deket Labuan, Pandeglang dan sudah bosan doi mengitari kota Jakarta dari mulai pusat, barat, selatan, utara dan timur. Tepat jam lima, gue samper temen gue. Oke siap untuk berangkat.

Minggu, 21 Juni 2015

Ditilang Polisi Pas Razia, Gue Malah Menantang!


Pagi hari tepatnya jam 10. Gue sedang mengendarai sepeda motor sendirian ke arah Serang Kota dari rumah gue. Tujuannya sih gue lupa mau ngapain gue ke Kota tersebut dengan mengendarai sepeda motor. Ya jarak rumah gue ke Kota tersebut itu lebih dari 35km, lumayan jauh ya. Paling cepatnya untuk sampai ke Kota tersebut kurang lebih 45 menit – 60 menit (ngebut bawanya). Itu lancarnya, kalau lagi jam – jamnya macet itu bisa 2 jam lebih bahkan 3 jam, tergantung seberapa parahnya kemacetan itu terjadi.

Ketika lagi asik dan santai mengendarai sepeda motor (setengah perjalanan), gue melihat banyak pengendara sepeda motor terhenti tiba – tiba dipinggir jalan dan ada yang memutar balik. Oh ternyata lagi ada razia dari pihak kepolisian lalu lintas. Dengan santainya gue jalan terus aja, kan gue udah punya SIM (surat izin mengemudi). Diberhentikannya lah gue disuruh menepi dipinggir jalan sebentar. Seperti biasa, “Selamat Siang.. bisa tunjukan surat - suratnya”. Dalam hati, yaelah guekan udah punya SIM jadi santai aja. Gue membuka dompet gue mengeluarkan STNK. Loh kok, SIM gue enggak ada didompet, dengan tenangnya. Mungkin ada didalam  tas, gue pun membuka tas gue dan mencari SIM itu. Ternyata emang enggak ada, tertinggal didalam lemari kamar gue. Gue orangnya enggak panikan. “Pak maaf.. SIM saya ketinggalan dirumah” dengan tenangnya gue berkata. Lantas pak Polisi itupun menjawabnya, “Waduuh kok bisa ketinggalan, ditilang saja ya”. Gue lansung dengan cepat menjawabnya,”Aduuh pak jangan dong, saya lagi buru – buru nih” (padahal mah bohong). Kata pak Polisinya, “Enggak bisa, ini sudah ketentuannya!”.