Senin, 10 Februari 2014

Uangnya Kurang!

Siang hari yang cerah pada hari ini gue berencana mau lunch (makan siang) sama temen satu kosan gue. Ketika lagi dikosan tiba - tiba ada yang dateng kekosan gue. Kirain gue mamang – mamang delivery order (kfv) yang nganterin makanan ke kosan gue. Eh taunya malah Siarya. Arya adalah salah satu anak buah gue hahahaha *becanda* (adek kelas, beda 2 tahun), dia orangnya kalo disuruh - suruh mau asalkan ada maunya (huft). Hmmm kehadiran dia kekosan sebenernya enggak diharapin banget sih soalnya enggak bawa makanan, tapi mau gimana lagi. Yaudah deh, mungkin dia mau belajar sama gue atau ada masalah yang ingin dipecahkan pake palu, oke enggak lucu.

Sebelum ke tempat makan, gue mau transfer dulu di ATM, biasa gue selalu order buku melulu setiap bulannya kalo udah enggak ada bacaan lagi di kosan (hobby), yang mau barter novel boleh sama gue monggo. Lanjut, oke gue putusin untuk mentransfer dulu ke ATM terdekat. Gue berangkat sama Siarya. Sibudi nyusul katanya lagi mules. Kebiasaan sih dia mah, kalo udah enggak ada makanan tuh, kerikil didepan kosan suka digadoin haha.

Minggu, 26 Januari 2014

Menunggu Hujan


8 Januari 2014, siang hari kurang lebih jam 12.30 tepatnya. Hari itu gue dan temen-temen gue akan pulang sekolah. Sebelumnya emang hari itu lagi galau awannya dilangit. Meneteskan air hujan yang tak kunjung henti, rintik-rintik terus berturunan. Tau lagu ini enggak,
Tik.. tik.. tik.. waktu berdetik, eh salah.
Tik.. tik.. tik.. bunyi hujan diatas genteng.
Airnya turun tidak terkira, cobalah tengok pohon dan ranting.
Pohon dan ranting kering semua (iyalah hujannya kan, diatas genteng bukan diatas pohon atau ranting). *mohon maaf jika ada kesalahan lirik, kok jadi nyanyi sih?! Ok*

Minggu, 12 Januari 2014

3 Tahun Yang Lalu



12 Januari 2011, tepatnya hari Rabu malam abis Isya dirumah. 3 tahun yang lalu dimana hari itu gue enggak menyangka bakal terjadi hal sesuatu yang menimpa gue. Ketika itu gue abis main sama temen gue bernama Helmi dirumah gue, ngomongin project membuat baju kelas diakhir sekolah menengah pertama. Gue masih menduduki bangku kelas 3 SMP dan sudah berada disemester 6. Taukan, pasti kalau sudah disemester 6 ngapain aja. Salah satunya adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi UN khususnya, umumnya menghadapi UAS, dan ujian praktek akhir.

Setelah perbincangan gue selesai sama Helmi, adek gue yang masih TK (kalau enggak salah, soalnya selisih 7 tahun) mengajak gue untuk bermain bola. Bukan dilapangan tapi didalam rumah. Gue pun menurutinya, gue juga suka main bola. Kita main bola didalam rumah hanya berdua, memang rumah gue yang satunya lagi agak sedikit cukup untuk bermain bola berdua. Gawangnya juga ada dua, satu tempat jemuran dan satunya pake batasan berupa tanda. Bolanya bola plastik yang 5ribu (taukan?). Kitapun asik bermainnya, tetapi kita tidak menghiraukan anggota keluarga yang berada dirumah, apakah risih atau enggak karena efek menendang bola plastik dengan kencang itu pasti berisik jika mengenai dinding rumah.

Minggu, 05 Januari 2014

Kapan Lagi Begini ?!


Menuju pergantian tahun masehi 2013 ke 2014 yang banyak ditunggu-tunggu orang, gue sih enggak. Awalnya pengen dirumah aja, tiduran sambil mendengarkan lantunan musik jazz sambil baca novel-novel yang belum selesai. Semua itu berubah ketika negara api menyerang, eh bukan ketika temen gue ngajakin main keluar. Ya gue sebagai temannya menerimanya dengan senang hati. Rencananya berangakat main berduaan aja (bukan sama cewe), karena temen gue yang satunya enggak ada uang untuk jajan atau ongkosnya tapi pada hari H keberangkatan gue jadi bertigaan berangkatnya, karena bawa dua motor. Mengonfirmasi ke temen gue satunya yang enggak bisa tersebut, dan akhirnya dia juga mau.
Oke pada hari H kita ketemuan dan berangkat abis ashar setelah kesepakatan hari itu juga.